indo-matrix.com , sukses dari bisnis modal kecil

Selasa, 03 Mei 2011

Tips dan Trik Internet Download Manager (IDM)


IDM adalah Software download manager yang paling banyak di gunakan oleh pengguna internet bajakan. Software yang satu ini wajib ada di pc kita. 
Apalagi buat yang hobby download.karena kehandalan nya dalam menyedot bandwidth koneksi kita. Disamping itu IDM bisa juga buat dpwnload video  situs seperti youtube, myspace dll. Buat yang mau download IDM bisa di sini http://www.ziddu.com/download/14824287/idman605.exe.html
Ini ada sedikit tips dan trik tentang IDM :
1.Setting maksimal IDM
  • option > tab connection > pilih LAN 10MBs > default max conn number ganti ke 16.
  • Buat yang koneksi kenceng minimal 3G /384kbps pilihan 16 akan bener-bener memanfaatkan bandwidth koneksi yang kita punya.untuk yang memakai koneksi gprs/64kbps pilihan terbaik adalah set ke 1.agar koneksi kita tidak RTO.
  • Tab general >automatically start download of URL di centang.
  • Tab download centang start immediately while displaying.

Rabu, 16 Maret 2011

Inilah Tukang Becak Paling mulia Di Dunia


Kisah Bai Fang Li ini saya harap menjadi pelajaran hidup bagi kita semua untuk saling membantu sesama kita yang kesusahan, walaupun hidup serba pas-pasan tetapi tetap membantu orang tanpa pamrih Tak perlu menggembar-gemborkan sudah berapa banyak kita menyumbang orang karena mungkin belum sepadan dengan apa yang sudah dilakukan oleh Bai Fang Li.
Kebanyakan dari kita menyumbang kalau sudah kelebihan uang. Jika hidup pas-pasan keinginan menyumbang hampir tak ada. Bai Fang Li berbeda. Ia menjalani hidup sebagai tukang becak. Hidupnya sederhana karena memang hanya tukang becak. Namun semangatnya tinggi.

Senin, 14 Maret 2011

Inilah Pandangan Politik Isa Anshari Terhadap Pancasila

Berbeda dengan Muhammad Natsir dalam menilai pancasila secara fositip, Isa Anshari sebagai tokoh Persis yang keras berpandangan radikal dalam menolak pancasila. Bahkan Ia sendiri menegaskan Persatuan Islam (Persis) termasuk kelompok Radikal-revolusioner.
Dalam bukunya Manifest Perjuangan Persatuan Islam ia dengan tegas menyatakan “Jikalau kita menjelajahi perkembangan aliran pikiran dalam masayarakat kaum muslimin -juga di Indonesia- kita melihat ada tiga aliran cara berpikir dalam memahamkan persoalan agama. Pertama, aliran konservatif-reaksionarisme, aliran beku dan jumud yang secara apriori menolak setiap faham dan keyakinan yang hendak merubah faham.. Kedua, aliran moderat-liberalisme, mengetahui mana yang sunnah mana yang bid’ah, mengetahui kesesatan bid’ah, tetapi tidak aktif dan fositip memberantas bid’ah.. Ketiga, aliran revolusioner-radikalisme, aliran yang hendak merubah masarakat ini sampai ke akar-akarnya..Kaum Persatuan Islam adalah penganut aliran yang ketiga ini.

Inilah Pandangan Politik Muhammad Natsir terhadap Pancasila

Muhammad Natsir adalah salah satu tokoh Persatuan Islam (Persis) terkemuka yang menerima rumusan pancasila sebagai pedoman negara. Penerimaan tersebut tentu saja dengan syarat asas ketuhanan dijadikan sumber ruhani dan sumber moral dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.
Bagi M. Natsir negara Islam adalah suatu cita-cita ideal yang tentunya harus diperjuangankan. Demikian diungkap Pepen Irfan Fauzan, S.S M. Hum tenaga ahli kementrian, dalam seminar politik Persis di kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Persis (STAIPI) Ciganitri Bandung (9-01).
Pepen menuturkan bahwa M. Natsir memandang substansi pancasila secara positif. Indikasi ini terlihat ketika M. Natsir berkunjung ke Pakistan dan berpidato di depan The Pakistan Institute Of World Affairs pada tahun 1952.

Tiga Hal yang Harus Diwaspadai Hati

Tiga Hal yang Harus Diwaspadai Hati


Firman Allah Ta’ala: ‘’Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Al-Baqoroh: 155). Selain itu, orang yang optimis selalu mengucapkan kalimah istirjaa (pernyataan kembali pada Allah) ‘’(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘’Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun’’ (Al-Baqoroh: 156).

Dalam kitab Nashooihul ‘Ibad karya Syeikh Muhammad Nawawi Al-Bantani, disebutkan hadits mengenai tiga hal yang harus diwaspadai. Hal-hal yang harus diwaspadai tersebut ialah:

Sabtu, 12 Maret 2011

Biografi BJ. Habibie



Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.



Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda ini, harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung. Tak lama setelah bapaknya meninggal, Habibie pindah ke Bandung untuk menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, beliau mulai tampak menonjol prestasinya, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya.

Rabu, 09 Maret 2011

Inilah Jakarta Tempo Doeloe!!! Cek This Out kawan!!!

Inilah Jakarta Tempo Doeloe!!! Cek This Out kawan!!!

Peta Jakarta Tempo Doeloe


Bentuk-Bentuk Peradaban Islam Pada Masa Daulah Abbasiyah


Bentuk-Bentuk Peradaban Islam Pada Masa Daulah Abbasiyah

1.      Kota-Kota Pusat Peradaban
Di antara kota pusat peradaban pada masa dinasti Abbasiyah adalah Baghdad dan Samarra. Bagdad merupakan ibu kota negara kerajaan Abbasiyah yang didirikan Kholifah Abu Ja’far Al-Mansur (754-775 M) pada tahun 762 M. Sejak awal berdirinya, kota ini sudah menjadi pusat peradaban dan kebangkitan ilmu pengetahuan. Di kota inilah para ahli ilmu pengetahuan datang beramai-ramai untuk belajar. Sedangkan kota Samarra terletak di sebelah timur sungai Tigris, yang berjarak + 60 km dari kota Baghdad. Di dalamnya terdapat 17 istana mungil yang menjadi contoh seni bangunan Islam di kota-kota lain.

ISLAM DI ASIA TENGGARA


Secara umum, umat Islam di Asia Tenggara dapat dikategorikan menjadi dua. Pertama, umat Islam sebagai warga mayoritas, seperti di Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Kedua, umat islam sebagai warga minoritas, seperti di Singapura, Thailand, dan Filipina. Thailand mayoritas rakyatnya beragama Budha, dan Filipina mayoritas rakyatnya beragama Katolik.
Sosial keagamaan bangsa-bangsa Asia Tenggara memiliki kesamaan: Pertama, dominannya mazhab Syafi’i di bidang fikih. Di Indonesia sendiri, ketergantungan terhadap mazhab Syafi’i dalam hal fikih memberikan pengaruh bagi umat muslim Indonesia. Pemikiran umat muslim menjadi terbatasi, karena ketergantungan terhadap mazhab.

Islam di Amerika Serikat


Sekedar untuk mengetahui bagaimana Islam dapat berkembang di Amerika Serikat yang menurut beberapa media massa ternyata Islam di Amerika Serikat berkembang dengan pesat dan muslim menjadi pemeluk agama kedua terbesar setelah umat Kristiani, kita perlu mengetahui kapan dan bagaimana Islam masuk dan berkembang di Amerika Serikat.
Dalam mengkaji sejarah muslim Amerika Serikat, Ahmad Winters menyarankan untuk meneliti lima sumber informasi yaitu :
  • Dokumen-dokumen yang ditinggalkan muslim yang dijual sebagai budak serta para pedagang budak
  • Sejarah perkembangan islam di Afrika Barat
  • Data statistik tentang kelompok-kelompok etnik yang dijual sebagai budak
  • Wilayah-wilayah yang merupakan tempat tinggal tuam-tuan pembeli budak, dan
  • Data tentang jumlah budak yang dijual ke wilayah tertentu setiap tahunnya.

Hakikat Pengabdian


Pengabdian berasal dari kata “abdi” yang artinya menghambakan diri, patuh, dan taat terhadap  siapa saja yang kita abdi.  Pengabdian diartikan sebagai perihal perilaku berbakti atau memperhamba diri kepada tugas yang (dianggap) mulia.
Di dalam Bahasa Arab, kata “abdi” terambil dari kata ‘abd  yang mengandung sedikitnya tiga arti, yaitu tumbuhan yang beraroma harum, anak panah, dan sesuatu yang dimiliki. Dari arti katanya, seorang abdi seharusnya menggambarkan ketiga hal diatas: dia beraroma harum bagi lingkungannya, bekerja bagaikan anak panah, dan dimiliki secara penuh oleh si pemilik atau kepada siapa dia mengabdi.

Setiap bentuk pengabdian didasarkan atas cinta. Cinta dapat membuat seseorang dibangkitkan emosi dan obsesinya untuk mewujudkan misi perjuangan kemanusiaannya. Seseorang yang menjadi pencinta tidak akan tinggal diam dan bahkan menangis ketika menyaksikan sesamanya ditimpa dan berbalut duka akibat bencana.[1]

Tauhid Sosial KH. Ahmad Dahlan


KH. Ahmad Dahlan dulu mengkontekstualisasikan ketauhidan dalam bentuk kampanye Anti-TBC. Fenomena Takhayul, Bid'ah, dan Khurafat menggerogoti aqidah umat karena menjadi bagian dari kepercayaan. Oleh karena itulah, Ahmad Dahlan dan murid-muridnya seperti Hasjim, Syuja', dan Fahruddin, lantas bergabung Mas Mansyur dan Sutan Mansyur, mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah. Gerakan ini bersifat modernis karena melawan tradisionalitas yang menyimpang dari aqidah.
Muhammadiyah berada dalam seting waktu abad ke-20. Pada waktu itu, seting sosial-politik adalah seting kolonial, dan umat sebagai "kawula" berada dalam posisi marjinal. Akibatnya, kondisi "tertindas" tersebut mengakibatkan penyimpangan aqidah. Ini yang kemudian menjadi sebab Muhammadiyah begitu giat memerangi Takhayul, Bid’ah dan Churafat (TBC) tetapi melakukannya dengan cara yang sangat mengakar, yaitu mendirikan sekolah dan rumah sakit kepada masyarakat miskin.

Tauhid Sosial Amien Rais


Istilah “tauhid sosial” merupakan istilah baru yang diperkenalkannya dalam wacana ilmu-ilmu sosial. Tauhid  sosial dimaksudkan sebagai dimensi sosial dari pengakuan kita bahwa tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad itu adalah Rasul-Nya. Sebagai muslim, tidaklah cukup kalimat tauhid tersebut hanya dinyatakan dalam bentuk ucapan (lisan) dan diyakini dalam hati, tetapi harus dilanjutkan dalam bentuk perbuatan. Sebagai konsekuensi pemikiran ini, berarti semua ibadah murni (mahdhah) seperti salat, puasa, haji, dan seterusnya memiliki dimensi sosial. Kualitas ibadah seseorang sangat tergantung pada sejauh mana ibadah tersebut mempengaruhi perilaku sosialnya.
Mantan Ketua PP Muhammadiyah, Dr H. Amien Rais berpendapat bahwa  Muhammadiyah sebagai gerakan pembaharu (tajdid) perlu mempertajam tauhid sosial, di samping harus tetap memegang teguh tauhid akidah. Menurut Amien, pemahaman tauhid yang lebih komprehensif dan sesuai tuntutan zaman, harus terus dikembangkan. Selama ini, menurut Amien, tauhid seolah-olah hanya merupakan sisten keyakinan (believed system). Menurutnya ada kecenderungan untuk melupakan konsekuensi sosikultural, sosiopolitik, maupun sosioekonomi, dari ketauhidan.

Teologi Islam Dalam Pandangan Muhammadiyah


Dalam muqaddimah “Kitab Al-Iman” Himpunan Keputusan Tarjih, dijelaskan hal-hal sebagai berikut: Kemudian dari pada itu, maka kalangan umat yang terdahulu, yakni mereka yang terjamin keselamatannya, mereka telah sependapat atas kepercayaan bahwa seluruh alam kejadian itu mengalami masa permulaan, dijadikan oleh Allah dari ketidakadaan dan mempunyai sifat akan punah. Mereka berpendapat bahwa memperdalam pengetahuan tentang alam untuk mendapat pengertian tentang Allah, adalah wajib menurut ajaran agama.
Kutipan di atas menegaskan bahwa dalam pandangan Muhammadiyah, aqidah yang benar itu adalah yang dianut oleh kalangan umat terdahuluya itu Al-Salaf Al-Shalih. Sebagaimana yang diketahui bahwa masa salaf adalah masa yang paling murni dalam perkembangan Islam. Pengertian murni di sini adalah pemikiran Islam yang belum di masuki oleh interpretasi-interpretasi filosofis akibat masuknya pengaruh Helenisme ke dunia Islam lewat Filsafat alam dan Mistisisme. [1]

SEJARAH PERKEMBANGAN TASAWUF


SEJARAH PERKEMBANGAN TASAWUF


1. Abad Kesatu Dan Kedua Hijriyah

 Pada abad kesatu dan kedua hijriyah disebut dengan fase zuhud (asketisme), sikap zuhud para sufi salafi merupakan awal kemunculan tasawuf, Pada fase zuhud ini terdapat para sufi salafi yang lebih cenderung beribadah kepada Allah untuk mensucikan dirinya dari segala dosa dan kesalahan masa lalu. Mereka mengamalkan konsep zuhud dalam kehidupan yaitu tidak terlalu mementingkan makanan enak, pakaian mewah, harta benda melimpah, rumah megah, tahta, pangkat, jabatan dan wanita cantik, tetapi mereka lebih mementingkan beramal ibadah untuk kepentingan akhirat dengan rajin mendekatkankan diri kepada Allah, diantara 'ulama sufi salafi yang terkenal di masa itu adalah Hasan Al-Bashri (wafat pada 110 H) dan Rabi'atul Adawiyah (wafat 185 H, kedua sufi ini dijuluki sebagai zahid (orang yang sangat sederhana). Selain itu ialah Malik Bin Dinar (wafat 131 H), Jaf’ar Al-Sadiq (wafat 148 H), Sofyan Al-Thauri (wafat 161 H), Ibrahim Bin Ad-ham (wafat 165 H).
2. Abad Ketiga Hijriyah
Dengan datangnya abad ketiga Hijriyah ini, para sufi mulai menaruh perhatiannya terhadap hal-hal yang berkenaan dengan jiwa dan tingkah laku. Perkembangan faham dan akhlak sufi ditandai dengan upaya menegakkan akhlaq di tengah terjadinya dekadensi moral yang sedang berkembang di masa itu, sehingga di tangan para sufi tasawuf pun berkembang menjadi ilmu akhlak. Pemberian contoh dalam kehidupan sehari-hari para sufi, akhirnya dapat mendorong kemajuan perubahan pada pola tingkah masyarakat dari yang lebih cenderung mengejar keduniaan yang membuat masyarakat di masa itu lupa pada Allah berubah menjadi masyarakat berakhlaqul karimah.

KH. Ahmad Dahlan


Muhammad Darwisy (Nama Kecil Kyai Haji Ahmad Dahlan)  dilahirkan dari kedua orang tuanya, yaitu KH. Abu Bakar (seorang ulama dan Khatib terkemuka di Mesjid Besar Kesultanan Yogyakarta) dan Nyai Abu Bakar (puteri dari H. Ibrahim yang menjabat sebagai penghulu kesultanan juga). Ia merupakan anak ke-empat dari tujuh orang bersaudara yang keseluruhanya saudaranya perempuan, kecuali adik bungsunya.

Dalam silsilah ia termasuk keturunan yang kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim, seorang wali besar dan seorang yang terkemuka diantara Wali Songo, yang merupakan pelopor pertama dari penyebaran dan pengembangan Islam di Tanah Jawa (Kutojo dan Safwan, 1991). Adapun silsilahnya ialah Muhammad Darwisy (Ahmad Dahlan) bin KH. Abu Bakar bin KH. Muhammad Sulaiman bin Kiyai Murtadla bin Kiyai Ilyas bin Demang Djurung Djuru Kapindo bin Demang Djurung Djuru Sapisan bin Maulana Sulaiman Ki Ageng Gribig (Djatinom) bin Maulana Muhammad Fadlul'llah (Prapen) bin Maulana 'Ainul Yaqin bin Maulana Ishaq bin Maulana Malik Ibrahim (Yunus Salam, 1968: 6).

Politisi Australia Kecam Warga Muslim


REPUBLIKA.CO.ID, NEW SOUTH WALES--Politisi Australia berulah soal warga Muslim di benua kangguru itu. Pauline Hanson, politisi dari One Nation, mengatakan warga Muslim Australia harus bisa berbaur dengan warga setempat.

"Kalau tidak bisa membaur lebih baik mereka tidak datang ke Australia," demikian Hanson, Rabu.

Selasa, 08 Maret 2011

Asal Mula Tasawuf


Tasawuf adalah istilah yang sama sekali tidak dikenal di zaman para sahabat radhiyallahu ‘anhum bahkan tidak dikenal di zaman tiga generasi yang utama (generasi sahabat, tabi’in dan tabi’it tabi’in). Istilah ini baru muncul sesudah zaman tiga generasi ini. Abdul Hasan Al Fusyandi mengatakan, "Pada zaman Rasulullah saw, tasawuf ada realitasnya, tetapi tidak ada namanya. Dan sekarang, ia hanyalah sekedar nama, tetapi tidak ada realitasnya."

Ilmu tasawwuf menurut Ibn Khaldun merupakan ilmu yang lahir kemudian dalam Islam, karena sejak masa awalnya para sahabat dan tabiin serta generasi berikutnya telah memilih jalan hidayah (berpegang kepada ajaran Al-Quran dan Sunnah Nabi) dalam kehidupannya, gemar beribadah, berdzikir dan aktifitas rohani lainnya dalam hidupnya. Akan tetapi setelah banyak orang islam berkecimpung dalam mengejar kemewahan hidup duniawi pada abad kedua dan sesudahnya, maka orang-orang mengarahkan hidupnya kepada ibadat disebut suffiyah dan mutasawwifin. Insan pilihan inilah kemudian yang mengembangkan dan mengamalkan tasawwuf sehingga diadopsi pemikirannya sampai sekarang ini.

Suka, Sayang, Cinta, atau Nafsu????

Suka, Sayang, Cinta, atau Nafsu??
 

Saat kau MENYUKAI seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.
Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.
Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.

Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku menciummu?"
Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku memelukmu?"
Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya...

Hanya Satu Senar


Seorang pemain biola tersohor pada abad 19, bernama Niccolo Paganini, mengadakan konser untuk para pengagumnya yg memenuhi ruangan. Saat itu ia bermain biola dengan orkestra penuh.


Secara tiba-tiba salah satu senar biolanya putus. Lalu keringat dingin mulai membasahi dahinya, namun dia terus memainkan lagunya. Kejadian yg sangat mengejutkan selanjutnya adalah satu persatu senarnya putus hingga hanya tinggal satu senar saja yg tersisa. Dan Paganini pun tetap melanjutkan gesekan biolanya. Ketika para penonton melihatnya hanya memiliki satu senar dan tetap bermain, mereka berteriak, "Hebat, hebat sekali."