indo-matrix.com , sukses dari bisnis modal kecil

Selasa, 08 Maret 2011

Hanya Satu Senar


Seorang pemain biola tersohor pada abad 19, bernama Niccolo Paganini, mengadakan konser untuk para pengagumnya yg memenuhi ruangan. Saat itu ia bermain biola dengan orkestra penuh.


Secara tiba-tiba salah satu senar biolanya putus. Lalu keringat dingin mulai membasahi dahinya, namun dia terus memainkan lagunya. Kejadian yg sangat mengejutkan selanjutnya adalah satu persatu senarnya putus hingga hanya tinggal satu senar saja yg tersisa. Dan Paganini pun tetap melanjutkan gesekan biolanya. Ketika para penonton melihatnya hanya memiliki satu senar dan tetap bermain, mereka berteriak, "Hebat, hebat sekali."




Kemudian Paganani menyuruh mereka untuk duduk setelah tepuk tangan dan sorakan itu mereda. Para pengagumnya menyadari bahwa dia tak mungkin lagi melanjutkannya lagi hanya dengan satu senar. Lagu Paganani memberi hormat kepada penonton dan memberikan isyarat pada dirigen orkestra untuk melanjutkan bagian dari akhir lagunya.


Paganini dengan mata berbinar, dia berteriak, "Paganini dengan satu senar!" Dia lalu menaruh biola di dagunya dan mulai memainkan bagian akhir lagunya tersebut dengan begitu indah.


Memang benar hidup kita dipenuhi dengan permasalahan, kekuatiran, kekecewaan, dan banyak hal yg tidak baik. Secara jujur, kita seringkali mencurahkan terlalu banyak waktu mengkonsentrasikan pada senar kita yg putus dan segala sesuatu yg kita merasa tidak dapat diubah.

Apakah kita masih memikirkan senar-senar yg putus dalam hidup kita? Apakah senar terakhir nadanya tak indah lagi?

Apabila demikian, janganlah melihat ke belakang, majulah terus dan mainkan senar satu-satunya itu. Mainkanlah dengan indah senar tersebut.

(vyandra-anda bisa jika anda berpikir bisa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar