indo-matrix.com , sukses dari bisnis modal kecil

Rabu, 09 Maret 2011

Bentuk-Bentuk Peradaban Islam Pada Masa Daulah Abbasiyah


Bentuk-Bentuk Peradaban Islam Pada Masa Daulah Abbasiyah

1.      Kota-Kota Pusat Peradaban
Di antara kota pusat peradaban pada masa dinasti Abbasiyah adalah Baghdad dan Samarra. Bagdad merupakan ibu kota negara kerajaan Abbasiyah yang didirikan Kholifah Abu Ja’far Al-Mansur (754-775 M) pada tahun 762 M. Sejak awal berdirinya, kota ini sudah menjadi pusat peradaban dan kebangkitan ilmu pengetahuan. Di kota inilah para ahli ilmu pengetahuan datang beramai-ramai untuk belajar. Sedangkan kota Samarra terletak di sebelah timur sungai Tigris, yang berjarak + 60 km dari kota Baghdad. Di dalamnya terdapat 17 istana mungil yang menjadi contoh seni bangunan Islam di kota-kota lain.


2.      Bidang Pemerintahan
Pada masa Abbasiyah I (750-847 M), kekuasaan kholifah sebagai kepala negara sangat terasa sekali dan benar seorang kholifah adalah penguasa tertinggi dan mengatur segala urusan negara. Sedang masa Abbasiyah II 847-946 M) kekuasaan kholifah sedikit menurun, sebab Wazir (perdana mentri) telah mulai memiliki andil dalam urusan negara. Dan pada masa Abbasiyah III (946-1055 M) dan IV (1055-1258 M), kholifah menjadi boneka saja, karena para gubernur di daerah-daerah telah menempatkan diri mereka sebagai penguasa kecil yang berkuasa penuh. Dengan demikian pemerintah pusat tidak ada apa-apanya lagi.
Dalam pembagian wilayah (propinsi), pemerintahan Bani Abbasiyah menamakannya dengan Imaraat, gubernurnya bergelar Amir / Hakim. Imaraat saat itu ada tiga macam, yaitu ; Imaraat Al-Istikhfa, Al-Amaarah Al-Khassah dan Imaarat Al-Istilau. Kepada wilayah / imaraat ini diberi hak-hak otonomi terbatas, sedangkan desa/ al-Qura dengan kepala desanya as-Syaikh al-Qoryah diberi otonomi penuh. [1]
Selain hal tersebut di atas, dinasti Abbasiyah juga telah membentuk angkatan perang yang kuat di bawah panglima, sehingga kholifah tidak turun langsung dalam menangani tentara. Kholifah juga membentuk Baitul Mal / Departemen Keuangan untuk mengatur keuangan negara khususnya. Di samping itu juga kholifah membentuk badan peradilan, guna membantu kholifah dalam urusan hukum.

3.      Bangunan Tempat Pendidikan dan Peribadatan
a.       Madrasah, didirikan pertama kali oleh Nizamul Mulk. Terdapat di kota Bagdad, Balkan, Muro, Tabrisan, Naisabur, Hara, Isfahan, Mausil, Basrah, dan kota-kota lain.
b.      Kuttab, yaitu tempat belajar bagi pelajar tingkat rendah dan menengah.
c.       Masjid Munadharah, tempat pertemuan para pujangga, ahli fakir, dan para sarjana untuk menseminarkan masalah-masalah ilmiah.
d.      Masjid, biasanya digunakan untuk belajar bagi pelajar tingkat tinggi dan takhassus.
e.       Baitul Hikmah, merupakan perpustakaan pusat, dibangun oleh Khalifah Harun Al Rasyid.
f.        Masjid Raya Cordova, dibangun pada tahun 786 M.
g.       Masjid Ibnu Toulon, di Kairo dibangun pada tahun 786 M.
h.       Istana Al Hamra, di Cordova.
i.         Istana Al Cazar, dan lain-lain.

4.      Bidang Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan pada masa Daulah Bani Abbasiyah terdiri dari ilmu naqli dan ilmu ‘aqli. Ilmu naqli terdiri dari Ilmu Tafsir, Ilmu Hadits Ilmu Fiqih, Ilmu Kalam, Ilmu Tasawwuf dan Ilmu Bahasa. Adapaun ilmu ‘aqli seperti : Ilmu Kedokteran, Ilmu Perbintangan, Ilmu Kimia, Ilmu Pasti, Logika, Filsafat dan Geografi. Berikut ini ialah Tokoh-tokohnya:
  1. Ilmu Filsafat
·        Al Kindi (194 – 260 H / 809 – 873 M)
·        Al Farabi (wafat tahun 390 H / 916 M)
·        Ibnu Bajah (wafat tahun 523 H)
·        Ibnu Thufail (wafat tahun 581 H)
·        Ibnu Shina (370 – 428 H / 980  – 1037 M).
·        Al Ghazali (tahun 450 – 505 H / 1058  – 1101 M)[2]
·        Ibnu Rusyd (520 – 595 H / 1126 – 1198 M)

  1. Bidang Kedokteran
·        Jabir bin Hayyan (wafat 161 H / 778 M) dianggap sebagi bapak ilmu Kimia.
·        Hunain bin Ishaq (194 – 264 H / 810 – 878 M) ahli mata yang terkenal.
·        Thabib bin Qurra (221 – 228 H / 836 – 901 M)
·        Ar Razi (251 – 313 H / 809 – 973 M)
  1. Bidang Matematika
·        Umar Al Farukhan, Insinyur arsitek pembangunan kota Bagdad.
·        Al Khwarizmi, pengarang kitab Al Gebra (Al Jabar) ahli matematika terkenal.
·        Banu Nusa, menulis banyak buku dan ilmu ukur.
  1. Bidang Astronomi
·        Al Fazari, seorang pencipta astrobole, yaitu alat pengukur tinggi dan jarak bintang-bintang.
·        Al Battani, terkenal dalam ilmu perbintangan.
·        Al Fargoni, membangun beberapa observatorium di Baghdad.
  1. Farmasi dan Kimia
·        Ibnu Baithar, ahli obat-obatan, makanan atau gizi.
  1. Ilmu Tafsir
·        Ilmu tafsir bil ma’tsur, yaitu Al-Quran yang ditafsirkan dengan hadits-hadits. Tokohnya ialah Ibnu Jarir al Thabari, Ibnu Athiyah al Andalusi, Al Sudai, dan Muqotil Ibnu Sulaiman.
·        Ilmu tafsir bin ro’yi, tafsir Al-Qur’an dengan menggunakan akal pikiran. Tokoh-tokohnya ialah  Abu Bakar Asam, Abu Muslim Muhammad, Ibnu Jaru Al Asadi, Abu Yunus Abdussalam.
  1. Ilmu Hadits
·        Imam Al Bukhari (194 – 256 H), karyanya ialah Shahih Al Bukhari.
·        Imam Muslim (wafat 261 H), karyanya ialah Shahih Muslim.
·        Ibnu Majah, karyanya ialah Sunan Ibnu Majah.
·        Abu Dawud, karyanya ialah Sunan Abu Dawud.
·        An Nasai, hasil karyanya ialah Sunan An Nasai.
  1. Ilmu Kalam
·        Jabariyah, tokohnya ialah Jahm bin Sofyan dan Ya’du bin Dirham.
·        Qodoriyah, tokohnya Ghilan Al Dimasyqy, Ma’bad Al Juhaini.
·        Mu’tazilah, tokohnya Washil bin Atha’.
·        Ahlus Sunnah, tokohnya Abu Hasan Al Asy’ary, Al Ghozali.
  1. Ilmu Bahasa
·        Sibawaih (wafat tahun 183 H)
·        Al Kisai (wafat tahun 198 H)
·        Abu Zakariya Al Farra (wafat tahun 208 H)


[1] Forum Guru Bina PAI Madrasah Aliyah, Sejarah Kebudayaan Islam, (Sragen, CV. Akik Pusaka), hal 39
[2] Termasuk ke dalam tokoh yang mengembangkan ilmu tasawuf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar